Langsung ke konten utama

Kakak


Kakak

Hai, namaku Dio Arya. Aku lahir pada tanggal 25 November 2003. Aku memiliki seorang kakak, bernama Aditya Lesmana. Kakakku sangat membenciku, dan aku tidak tahu mengapa.

Aku lahir di keluarga yang pas-pasan, Ayahku bekerja jadi buruh, dan Ibu jadi pembantu. Meski begitu, orang tuaku sangat menyayangiku.

Sejak aku berumur 5 tahun, kakak pasti jahat denganku. Kakak selalu berteriak kepadaku, menghinaku, bahkan memukulku. Aku tidak tahu kenapa ia begitu. Aku sangat sedih, aku sebenarnya cinta kakakku, meski ia jahat kepadaku.

Saat aku kelas 4 SD, orang tuaku sakit keras, dan kakakku harus menggantikan mereka. Aku ingin membantu, tapi tidak tahu harus apa. Kakakku akhirnya menjual karya-karyanya, seperti gantungan kunci, kartu pos, dan lainnya. Aku selalu ingin membantunya, tapi ia menolak. Malahan, kakak selalu bertatap jahat kepadaku. Aku masih cinta dengannya.

Aku masuk SMP, dan kakakku sudah masuk SMA. Aku sangat gemilang di SMP. Aku selalu mengikuti lomba dan olimpiade, dan mayoritas memenangkannya. Sedangkan, kakakku selalu terlibat masalah. Saat aku kelas 9, orang tuaku meninggal, dan akhirnya kakakku harus merawatku. Aku dapat perasaan tidak enak. Kakakku pasti makin membenciku.

Aku akhirnya berulang tahun, aku berumur 16 sekarang. Kakakku memberikan kue, aneh. Aku pun bertanya “Beneran, kak?”.
“Iya, dek. Maaf ya kakak sudah berbuat jahat,” begitulah kata Kakak.
“Iya kak,” aku pun memaafkannya.
Sebenarnya, aku sudah punya perasaan tidak enak, tapi aku tetap memakan kue itu. Mungkin kakak sudah berubah. Tapi, setelah beberapa saat, aku jatuh ke lantai, dan tidak sadarkan diri.
Aku pun merasakan rasa sakit, sangat sakit di punggung. Aku pun tidak bernyawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi

Mimpi “Nak, sudah jam 9, ayo tidur,” kata Mama kepadaku. “Ya, mah.” Aku pun naik ke kamarku, dan beranjak tidur. Sebenarnya, beberapa hari ini aku susah tidur. Aku selalu dirundung mimpi buruk yang terlihat nyata. Aku berdoa, semoga malam ini tidak seperti malam-malam sebelumnya. Lalu, aku pun tidur. Setelah beberapa saat, aku mulai bermimpi. Aku mengimpikan tentang keluargaku. Aku melihat papaku, mamaku, aku, dan adikku. “Wah, mimpi yang indah,” kataku dalam mimpi. Tapi, aku merasakan ada yang aneh. Tiba-tiba, mimpiku berubah drastis. Aku melihat Papa dan Liza, adikku. Mereka sedang naik pesawat. “Tunggu, Papa sama adek kan lagi naik pesawat,” pikirku dalam mimpi. Dan, aku melihat pesawat yang ditumpangi mereka jatuh. “Tidak!” teriakku sambil menangis, dalam mimpi. Mimpi buruk itu membuatku terbangun. “Ya ampun, semoga itu hanya mimpi,” kataku. Mama masuk ke kamarku, dengan wajah sedih. “Kenapa, ma?” tanyaku. “Nak, pesawat papa dan adi...

Petualangan Dimensi (Part 2)

Jika belum membaca part 1, harap klik disini Petualangan Dimensi (Part 2 Investigasi) Mereka pun sampai di sebuah dimensi, dimensi yang asing.  “Kita ada dimana?” tanya Hilmiya.  “Kita ada di sebuah dimensi. Aku bisa merasakan keberadaan mereka” kata Tuan Gregor.  “Siapa “mereka” itu?” tanya Steva.  “Novia dan James. Mereka adalah sepasang suami istri yang bekerja sebagai penjelajah dimensi, sama seperti saya. Mereka hilang 14 tahun yang lalu.” Kata Tuan Gregor.  “Jadi, orang yang hilang 14 tahun yang lalu itu bukan legenda?” tanya Lisa. “Memang, ayo kita jelajahi dimensi ini.” kata Tuan Gregor.  “Ayo” kata Steva, Hilmiya, dan Lisa bersamaan. Setelah beberapa lama menjelajah, mereka belum menemukan apapun.  “Tuan, aku capek. Bolehkah kita istirahat?” tanya Lisa. “Tunggu, aku belum- Oh, aku melihat sesuatu, dan kurasa kita harus menghindarinya.” Kata Tuan Gregor.  “Apa itu?” tanya Steva. “Penghuni dimensi ini, sebaiknya kita men...

Bunga Melati

      Bunga Melati Sudah lama aku berada di luar negeri untuk kuliahku, namun tahun ini, aku mendapat kesempatan untuk pulang. Aku pulang menggunakan pesawat. Sesampainya di rumah, seluruh keluarga menyambutku.  “Ardi!”, sahut kedua orang tuaku sembari memelukku.  “Kak Ardi!”, teriak adikku girang.  "Halo dek, kakak bawa oleh-oleh buat kamu.", kataku.  "Apa kak?", tanya adikku.  "Ini dia...", kataku sambil mengeluarkan sebuah mainan.  "Mainan dinosaurus!", teriak adikku girang sambil bermain-main dengan mainannya.      "Ardi, gimana kuliahnya, nak?", tanya Ibu.       "Lumayan. Ardi juga sudah wisuda lho bu! Oh iya, Siti gimana?”, tanyaku.       “Oh Siti, dia kayaknya di rumahnya lagi merawat melatinya”, kata Ayah.       “Masih nanam melati? Siti nggak kerja yang lain?”, tanyaku.      “Ardi, itu kan pekerjaan warisan orang tuanya, jad...