Mimpi
“Nak,
sudah jam 9, ayo tidur,” kata Mama kepadaku.
“Ya,
mah.”
Aku
pun naik ke kamarku, dan beranjak tidur. Sebenarnya, beberapa hari
ini aku susah tidur. Aku selalu dirundung mimpi buruk yang terlihat
nyata. Aku berdoa, semoga malam ini tidak seperti malam-malam
sebelumnya. Lalu, aku pun tidur.
Setelah
beberapa saat, aku mulai bermimpi. Aku mengimpikan tentang
keluargaku. Aku melihat papaku, mamaku, aku, dan adikku. “Wah,
mimpi yang indah,” kataku dalam mimpi. Tapi, aku merasakan ada yang
aneh.
Tiba-tiba,
mimpiku berubah drastis. Aku melihat Papa dan Liza, adikku. Mereka
sedang naik pesawat. “Tunggu, Papa sama adek kan lagi naik
pesawat,” pikirku dalam mimpi. Dan, aku melihat pesawat yang
ditumpangi mereka jatuh. “Tidak!” teriakku sambil menangis, dalam mimpi.
Mimpi
buruk itu membuatku terbangun. “Ya ampun, semoga itu hanya mimpi,”
kataku. Mama masuk ke kamarku, dengan wajah sedih.
“Kenapa,
ma?” tanyaku.
“Nak,
pesawat papa dan adikmu jatuh,” kata Mama sambil menangis.
Aku
pun turut menangis. Mimpiku menjadi kenyataan.
“You
just saw the reality, kid.”
Komentar
Posting Komentar