Investigasi
(Part 1)
14 tahun yang lalu, 2 orang
misterius berada Piramida Teitilo, di Hutan Everbee. Sebuah portal terbuka
disana.
“Novia, masuklah!”. Kedua orang itupun hilang, tanpa jejak.
“Novia, masuklah!”. Kedua orang itupun hilang, tanpa jejak.
Sekarang, hal itu menjadi legenda terkenal. Meski
hanya legenda, Steva, Hilmiya, dan Lisa bertekad untuk menyelidikinya. Mereka
bertiga adalah penggemar legenda dan teori konspirasi. Mereka membuat grup
investigasi bernama “Investigator Masa Lalu”. Beberapa orang memandang grup itu
sebagai “hal yang aneh”, beberapa yang lain memandang mereka hanya
“bermain-main” dan “mereka masih anak-anak”, yang lain ada yang memandang bahwa
mereka itu “gila” dan “punya penyakit khayalan tingkat tinggi” dan “lebih
pantas bekerja di rumah sakit jiwa ketimbang jadi ‘investigator’”. Meski banyak
pandangan dan stigma negatif, tetap ada orang yang memandang hal itu sebagai
“hal yang positif” dan “mengungkap kebenaran”.
Mereka bertiga pun memulai investigasi mereka.
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah, tentu saja, Piramida Teitilo, di
Hutan Everbee. Tapi, perjalanan kesana tidak mudah, karena hutan cenderung
gelap dan banyak tanaman dan hewan berbahaya, lubang dalam, dan rawa mendidih.
Konon, Piramida Teitilo merupaka tempat tinggal penyihir ternama, Auvre
Laitolie, dan konon ia membuat portal yang akan membawa siapapun ke dimensi
lain. Dan siapapun yang mencoba masuk kesana akan mendapat kutukan yang seram.
Tapi, hal itu tidak menyurutkan ambisi ketiga orang itu untuk menyelediki.
Sesampainya di piramida Teitilo, mereka memulai
penyelidikan pertama. Piramida Teitilo juga terkenal akan labirin dan rintangan
di dalamnya. Memang butuh waktu yang lumayan lama, tapi mereka berhasil
menemukan portal itu. Portal itu terbuat dari batu yang sangat besar dan
berbentuk seperti “donat” atau “halo” dengan gambar-gambar mirip hieroglif.
Mereka melihat hieroglif itu.
“Wah, gambar-gambar itu apa?” tanya Hilmiya.
“Kurasa itu hieroglif. Gambar itu pasti ada artinya.” Kata Steva.
“Gimana artiinnya? Kita kan nggak punya kamus” tanya Lisa.
“Gimana kalau ke perpustakaan? Disana kan banyak kamus, apalagi yang tentang hieroglif itu” saran Hilmiya.
“Ayuk!” kata Steva dan Lisa.
“Wah, gambar-gambar itu apa?” tanya Hilmiya.
“Kurasa itu hieroglif. Gambar itu pasti ada artinya.” Kata Steva.
“Gimana artiinnya? Kita kan nggak punya kamus” tanya Lisa.
“Gimana kalau ke perpustakaan? Disana kan banyak kamus, apalagi yang tentang hieroglif itu” saran Hilmiya.
“Ayuk!” kata Steva dan Lisa.
Mereka bertiga pergi menuju tempat kedua, yaitu
perpustakaan. Mereka mencari seksi “kamus bersejarah” di perpustakaan besar
itu. Setelah beberapa lama, mereka menemukannya. Mereka meminjam buku itu dan
membawanya pulang untuk dipelajari.
Esoknya, mereka kembali ke Piramida Teitilo. Dilalui
lagi perjalanan yang sulit itu, namun mereka pun tetap sampai. Mereka bertiga
mengartikan hieroglif itu, dan berkata “Portal ajaib, terbukalah dan bawa
kami!”. Tapi, portal itu tak terbuka.
“Kenapa portalnya nggak buka? Apa yang salah?” tanya Steva.
“Hmm… mari kita lihat lagi. Mungkin ada yang terlewat.” kata Lisa. Mereka pun mengamati portal itu lagi, dan setelah mengamati, mereka menemukannya.
“Teman-teman, lihat!” panggil Steva.
“Ada apa, Va?” tanya Hilmiya.
“Lihat hieroglif ini, mereka kecil tapi mungkin akan memberi kita clue.” terang Steva.
“Baiklah. Lisa, coba artikan” perintah Hilmiya.
“Itu berarti: ‘Untuk mencegah orang-orang terjebak di dalam portal ini, disarankan agar membawa 1 penjelajah dimensi yang berpengalaman’” kata Lisa. “Siapa penjelajah dimensi yang berpengalaman?” tanya Hilmiya.
“Ohh, aku tau. Tuan Gregor!” kata Steva. “Tuan Gregor? Tapi kan ia tinggal di Gunung Verlibee, dan kita jauh dari sana” kata Lisa mengeluh.
“Mungkin kita bisa naik bus kesana?” saran Steva. “Bisa juga sih. Yaudah, kita kesana sebelum malam”, Kata Hilmiya
“Kenapa portalnya nggak buka? Apa yang salah?” tanya Steva.
“Hmm… mari kita lihat lagi. Mungkin ada yang terlewat.” kata Lisa. Mereka pun mengamati portal itu lagi, dan setelah mengamati, mereka menemukannya.
“Teman-teman, lihat!” panggil Steva.
“Ada apa, Va?” tanya Hilmiya.
“Lihat hieroglif ini, mereka kecil tapi mungkin akan memberi kita clue.” terang Steva.
“Baiklah. Lisa, coba artikan” perintah Hilmiya.
“Itu berarti: ‘Untuk mencegah orang-orang terjebak di dalam portal ini, disarankan agar membawa 1 penjelajah dimensi yang berpengalaman’” kata Lisa. “Siapa penjelajah dimensi yang berpengalaman?” tanya Hilmiya.
“Ohh, aku tau. Tuan Gregor!” kata Steva. “Tuan Gregor? Tapi kan ia tinggal di Gunung Verlibee, dan kita jauh dari sana” kata Lisa mengeluh.
“Mungkin kita bisa naik bus kesana?” saran Steva. “Bisa juga sih. Yaudah, kita kesana sebelum malam”, Kata Hilmiya
Mereka pun naik bus ke kaki gunung itu, dan mereka
berjalan hingga tiba ke puncak gunung. Hari sudah sore, mereka pun menemukan
sebuah rumah kecil di puncak gunung.
“Kau yakin ini rumahnya?” tanya Lisa. “Mungkin. Aku akan ketuk pintunya” kata Steva. Ia pun mengetuk pintu.
Sebuah suara membalasnya, “Masuk”, dan pintu pun terbuka. Mereka bertiga pun masuk, dan bertemulah mereka dengan Tuan Gregor.
“Ah, ini pasti Steva, Lisa, dan Hilmiya” kata Tuan Gregor.
“Bagaimana tuan tahu nama kami?” tanya Hilmiya.
“Saya bukan hanya penjelajah dimensi, tapi juga peramal. Saya juga tau tujuan kalian disini. Nah, karena sudah gelap, kita akan kembali kesana besok. Mari tidur” kata Tuan Gregor. Mereka pun tinggal disana semalaman, menunggu pagi.
“Kau yakin ini rumahnya?” tanya Lisa. “Mungkin. Aku akan ketuk pintunya” kata Steva. Ia pun mengetuk pintu.
Sebuah suara membalasnya, “Masuk”, dan pintu pun terbuka. Mereka bertiga pun masuk, dan bertemulah mereka dengan Tuan Gregor.
“Ah, ini pasti Steva, Lisa, dan Hilmiya” kata Tuan Gregor.
“Bagaimana tuan tahu nama kami?” tanya Hilmiya.
“Saya bukan hanya penjelajah dimensi, tapi juga peramal. Saya juga tau tujuan kalian disini. Nah, karena sudah gelap, kita akan kembali kesana besok. Mari tidur” kata Tuan Gregor. Mereka pun tinggal disana semalaman, menunggu pagi.
Paginya, mereka berjalan kembali kesana. Memang tak
mudah, tapi mereka sampai disana. “Kalian tau arti gambar-gambar ini? Aku sudah
lupa” kata Tuan Gregor. “Tentu, kita kan punya kamus” kata Lisa. “Baiklah, ayo”
kata Tuan Gregor.
Mereka berempat pun mengatakan “Portal ajaib, terbukalah dan bawa kami!”, dan potal itupun terbuka. “Ayo cepat! Mari mulai investigasi ini!” kata Tuan Gregor. Mereka berempat pun masuk portal itu, dan sebuah petualangan akan dimulai…
Mereka berempat pun mengatakan “Portal ajaib, terbukalah dan bawa kami!”, dan potal itupun terbuka. “Ayo cepat! Mari mulai investigasi ini!” kata Tuan Gregor. Mereka berempat pun masuk portal itu, dan sebuah petualangan akan dimulai…
(Bersambung ke part 2)
Komentar
Posting Komentar