Film yang Terkutuk
Pada suatu malam, Andi dan Lia pergi ke bioskop. “Wah, bioskopnya gede sekali ya, kak!”, kagum Lia. “Iya ya. Yuk, beli tiketnya.”, kata Andi. Mereka berdua akan menonton film “Orang Hilang”, salah satu film horor yang konon membuat orang yang menonton benar – benar hilang tanpa jejak.
“Kak, beneran kita mau nonton itu? Katanya, orang yang nonton banyak yang hilang, lho!”, kata Lia ketakutan.
“Alah, nggak apa-apa, dek. Lagian, itu kan cuma mitos”, kata Andi menenangkan Lia.
Mereka pun membeli tiket untuk menonton film itu. “Kak, aku takut.”, kata Lia sekali lagi ketakutan. “Sudah dek, nggak apa-apa, kan cuma film.”, kata Andi menenangkan adiknya. Akhirnya, mereka dan orang-orang lain yang menonton film itu dipanggil untuk masuk teater, pada jam 23:00.
5 menit kemudian, lampu-lampu dimatikan, dan film pun dimulai. Semua orang sudah sangat antusias. Pada 55 menit pertama, semua tampak normal, namun…
Tepat pada jam 00:00, tiba-tiba, filmnya mati. Seisi teater gelap gulita. Semua orang pun panik.
“Kak, kakak dimana?”, tanya Lia. “Dek, tolong dek!”, teriak Andi. “Kak! Kakak dimana?”, teriak Lia hampir menangis. Riuh suara panik orang-orang terdengar. Bayangkan saja, 60 orang ada di dalam di teater itu kepanikan.
Tiba-tiba, Lia melihat satu monster yang sangat mengerikan. “Aaaaah!”, teriak Lia ketakutan. “Hahahahahahahaha!”, tawa monster itu dengan kerasnya dan jahatnya.
“Tolong jangan bawa aku…”, pinta Lia sembari menangis. Namun, monster itu terus mendekat dan tertawa. Sejauh ini, 1 jam telah berlalu. Harapan terlihat tipis untuk Lia untuk keluar dari teater itu. Monster itu mendekat dan mencoba menggeret Lia.
“Aaaaaah!”
“Kak, kakak dimana?”, tanya Lia. “Dek, tolong dek!”, teriak Andi. “Kak! Kakak dimana?”, teriak Lia hampir menangis. Riuh suara panik orang-orang terdengar. Bayangkan saja, 60 orang ada di dalam di teater itu kepanikan.
Tiba-tiba, Lia melihat satu monster yang sangat mengerikan. “Aaaaah!”, teriak Lia ketakutan. “Hahahahahahahaha!”, tawa monster itu dengan kerasnya dan jahatnya.
“Tolong jangan bawa aku…”, pinta Lia sembari menangis. Namun, monster itu terus mendekat dan tertawa. Sejauh ini, 1 jam telah berlalu. Harapan terlihat tipis untuk Lia untuk keluar dari teater itu. Monster itu mendekat dan mencoba menggeret Lia.
“Aaaaaah!”
Tiba-tiba, pintu teater terbuka. Banyak orang berbondong-bondong masuk. Setelah lampu menyala, hanya tersisa Lia disana. Lia pun datang ke segerombolan orang itu.
“Ada apa ini?”, tanya salah satu orang. “Kakakku hilang…”, kata Lia sambil menangis.
“Tidak apa-apa, polisi akan mencarinya. Yuk, kita keluar saja”, kata seorang yang lain. “O-Oke…”, isak Lia. Lia pun keluar dari teater itu.
“Ada apa ini?”, tanya salah satu orang. “Kakakku hilang…”, kata Lia sambil menangis.
“Tidak apa-apa, polisi akan mencarinya. Yuk, kita keluar saja”, kata seorang yang lain. “O-Oke…”, isak Lia. Lia pun keluar dari teater itu.
Namun, setelah keluar dari teater itu, Lia menyadari ada yang aneh. Orang-orangnya, lingkungannya, semuanya aneh. Ia merasa bahwa ia ada di dunia lain.
“Aku dimana?” tanya Lia dalam hati.
“Aku dimana?” tanya Lia dalam hati.
Komentar
Posting Komentar